Cara Instalasi Redis di Ubuntu 24.04 LTS

Daftar Isi
Redis (in-memory data store) yang biasa digunakan sebagai cache layer, session store, message broker melalui Pub/Sub, atau bahkan jadi database utama untuk use case tertentu — leaderboard, rate limiting, queue, dan sejenisnya. Panduan ini membahas instalasi Redis di Ubuntu 24.04 LTS menggunakan paket qVM-2, mulai dari instalasi package, hardening dasar, konfigurasi persistence, sampai verifikasi.
Pengenalan
Hal pertama yang wajib diketahui soal Redis: instalasi fresh-nya tidak menggunakan password sama sekali, dan cuma listen di 127.0.0.1. Kombinasi ini sebenarnya cukup aman selama Redis dan aplikasi jalan di server yang sama — tapi jadi masalah serius begitu bind diubah ke 0.0.0.0 tanpa requirepass diaktifkan terlebih dahulu. Beberapa insiden data breach besar yang pernah ramai justru berasal dari instance Redis yang ke-expose ke publik tanpa autentikasi sama sekali — bukan karena exploit canggih, cuma karena defaultnya memang terbuka.
Redis juga punya dua mekanisme persistence yang bisa digunakan bersama atau terpisah: RDB (snapshot point-in-time secara periodik, filenya kecil tapi berpotensi kehilangan data sejak snapshot terakhir) dan AOF, Append Only File, yang mencatat tiap write operation — lebih tahan kehilangan data tapi ukuran filenya lebih besar. Untuk cache murni yang datanya memang boleh hilang saat restart, persistence bisa dimatikan total demi performa maksimal.
Soal versi, Redis tidak punya edisi "LTS" khusus untuk self-hosted seperti halnya Redis Cloud (istilah LTS di sana artinya minor version kedua-dari-terakhir dalam satu major, dapat 5 tahun dukungan — tapi ini konsep khusus layanan managed). Untuk instalasi mandiri seperti di qVM, yang paling relevan adalah memakai major version terbaru yang masih aktif dirawat komunitas — saat ini itu Redis 8.x, sekaligus versi pertama yang kembali open source penuh di bawah AGPLv3 (sebelumnya sempat pindah ke lisensi source-available RSAL/SSPL). Repository default Ubuntu 24.04 LTS masih menyediakan Redis versi 7.x lama yang tidak ikut ter-update, jadi panduan ini memakai repository resmi Redis supaya dapat versi 8.x.
Ubuntu 24.04 LTS jadi basis OS di panduan ini karena dapat dukungan resmi (security update dan bug fix) sampai April 2029. qVM yang digunakan diasumsikan masih fresh install, belum ada konfigurasi tambahan apa pun.
Persyaratan
Software
- Ubuntu 24.04 LTS, kondisi fresh install
- Akses root atau user dengan hak sudo
- Koneksi internet untuk mengunduh package dari repository Ubuntu
- SSH client di sisi lokal untuk remote ke qVM
Hardware / Spesifikasi VPS qVM
Panduan ini menggunakan paket qVM-2, dengan spesifikasi:
- vCPU: 1 core
- RAM: 2 GiB
- Storage: 50 GiB
Redis adalah in-memory store — artinya seluruh dataset aktif harus muat di RAM. Di qVM-2 dengan RAM 2 GiB, alokasikan maxmemory secukupnya, misalnya 512MB–1GB, biar masih ada sisa untuk OS, overhead Redis sendiri, dan proses lain. Jangan biarkan Redis tanpa batas maxmemory di server dengan resource terbatas — bisa menghabiskan penggunaan RAM sampai proses lain OOM kill.
Tahapan
1. Update dan Upgrade OS Ubuntu 24.04 LTS
apt update && sudo apt upgrade -y2. Tambahkan Repository Resmi Redis
Repository default Ubuntu 24.04 LTS cuma menyediakan Redis versi 7.x lama (dari saat rilis Ubuntu 24.04, tidak ikut ter-update ke major version baru). Untuk dapat Redis generasi terkini yang masih aktif didukung, tambahkan repository resmi dari packages.redis.io.
apt install lsb-release curl gpg -yUnduh dan import GPG key resmi Redis:
curl -fsSL https://packages.redis.io/gpg | gpg --dearmor -o /usr/share/keyrings/redis-archive-keyring.gpgTambahkan repository sesuai codename Ubuntu yang terpasang:
echo "deb [signed-by=/usr/share/keyrings/redis-archive-keyring.gpg] https://packages.redis.io/deb $(lsb_release -cs) main" \
| sudo tee /etc/apt/sources.list.d/redis.listUpdate package index:
apt update
3. Instalasi Redis
apt install redis -yPackage redis di repository resmi ini adalah meta-package yang menarik redis-server, redis-sentinel, dan redis-tools (termasuk redis-cli) sekaligus.
Aktifkan biar jalan otomatis tiap qVM reboot, lalu cek statusnya:
systemctl enable redis-server
systemctl status redis-serverCek versi yang terpasang:
redis-cli --version
4. Konfigurasi Supervised Systemd
Ubah mode supervised Redis biar terintegrasi dengan baik ke systemd — notifikasi ready-state dan sejenisnya jadi lebih akurat:
vim /etc/redis/redis.confCari baris:
supervised noUbah jadi:
supervised systemd
5. Set Password (requirepass) — Wajib
Meski Redis cuma listen di 127.0.0.1 secara default, tetap set password sebagai lapisan keamanan tambahan — penting terutama kalau nanti bind diubah untuk remote access.
Cari baris requirepass di file yang sama, hapus tanda komentarnya, isi dengan password kuat:
requirepass PasswordRedisKuatAnda
6. Konfigurasi Persistence
Redis sudah otomatis aktifkan RDB snapshot melalui baris save (contoh: save 3600 1, save 300 100, save 60 10000 — snapshot berdasarkan kombinasi interval waktu dan jumlah perubahan data). Untuk durability yang lebih tinggi, tambahkan AOF juga:
appendonly yes
appendfsync everysec

appendfsync everysec adalah kompromi yang masuk akal antara performa dan durability — fsync ke disk tiap satu detik, jadi paling banyak kehilangan data 1 detik terakhir kalau tiba-tiba crash.
7. Konfigurasi Remote Access (Opsional)
qVM tidak punya private network antar-instance — tiap qVM cuma punya IP Publik, jadi akses remote ke Redis otomatis melalui internet publik. qVM juga tidak mengaktifkan firewall (ufw) secara default. Poin yang perlu perhatian ekstra di Redis: beda dari MySQL/MariaDB/PostgreSQL yang punya grant per-IP secara native, Redis tidak punya mekanisme pembatasan akses berbasis IP client sama sekali — satu-satunya proteksi ya requirepass (atau ACL kalau butuh multi-user). Abaikan tahap ini kalau aplikasi berjalan di server yang sama. Lanjutkan hanya kalau memang butuh akses dari qVM terpisah — dan pastikan tahap 5 (requirepass) sudah dikerjakan dengan password yang benar-benar kuat.
bind 127.0.0.1 161.248.116.110
protected-mode yes
161.248.116.110 di atas adalah IP Publik qVM Redis ini sendiri. protected-mode yes adalah safety net bawaan Redis — dia bakal nolak koneksi eksternal kalau tidak ada requirepass maupun bind eksplisit yang diset, jadi mencegah instance ke-expose tanpa sengaja.
Karena tidak ada firewall maupun IP-based access control, dan Redis secara default kirim data (termasuk password requirepass itu sendiri) tanpa enkripsi, wajib aktifkan TLS melalui parameter tls-port di redis.conf (Redis sudah dukung TLS sejak versi 6.0) sebelum instance ini diakses melalui internet publik. Tanpa TLS, password requirepass bisa disadap dalam bentuk plain text oleh siapa saja yang bisa mengintersep trafiknya.
8. Restart dan Verifikasi
systemctl restart redis-serverredis-cli -a PasswordRedisKuatAnda ping
Kalau muncul response PONG, Redis sudah jalan dan menerima autentikasi dengan benar.
Kesimpulan
VPS qVM-2 (1 core, 2 GiB RAM, 50 GiB storage) sekarang sudah running Redis 8.x dari repository resmi — open source penuh di bawah AGPLv3 — dengan requirepass aktif, protected-mode sebagai safety net, dan persistence RDB+AOF dikonfigurasi sesuai kebutuhan durability. Untuk use case cache murni yang tidak butuh durability, appendonly dan save bisa dimatikan demi throughput yang lebih tinggi. Kalau ke depannya butuh high availability, Redis punya replication (primary-replica) dan Redis Sentinel untuk kebutuhan automatic failover.
Akun Sequel Anda siap untuk memesan & mengelola layanan cloud.
Akun Sequel Anda siap untuk memesan & mengelola layanan cloud.
